Enam Bulan Menunggak, Dewan Minta Pemkot Bontang Segera Bayarkan Insentif Nakes

  • Whatsapp
Anggota Komisi II DPRD Bontang Nursalam

TIMUR. Anggota Komisi II DPRD Bontang Nursalam, meminta Pemkot segera mencari alternatif dan solusi untuk pembayaran insentif ratusan Tenaga Kesehatan (Nakes) yang kini masih menunggak.

Read More

“Ini hak mereka, tolong dicarikan solusi untuk keterlambatan insentif Nakes ini, minimal 3 bulan dulu lah,” ujar Nursalam, Selasa (16/3/2021).

Menurut dia, nakes hendaknya bisa jadi perhatian dan prioritas, karena sejak pandemi merebak, mereka garda terdepan dalam penangan kasus Covid-19, sehingga patut dicarikan solusi.

Dirinya berharap Pemkot Bontang segera membayarkan insentif Nakes, agar terus menjalankan tugas secara maksimal. Dia pun optimis Pemkot Bontang bisa mencarikan solusi terbaik untuk pembayaran tersebut.

“Bisa dari bagian keuangan atau hukum, memberikan solusi hal ini. Kalau perlu inspektorat bisa ikut mencari cara, agar insentif terbayar minimal 3 bulan dulu,” tegasnya.

Sementara Kabid Anggaran BPKAD Bontang, Ilham Wahyudi, mengatakan keterlambatan insentif Nakes karena keterbatasan anggaran. Sebab semula insentif Nakes dianggarkan dari Pemerintah Pusat, namun sejak Oktober 2020 lalu dibebankan ke daerah.

“Ada perubahan skema dari pusat, dan pembayaran insentif Nakes dibebankan ke daerah,” kata Ilham.

Saat ini pihaknya pun meminta waktu dua pekan, untuk dapat menyelesaikan berkas pengajuan insentif Nakes yang belum terbayarkan mulai Oktober 2020 hingga Maret 2021.

”Kami perlu waktu untuk menginput data dan teknis lainnya. Jika DPA sudah rampung, nantinya disahkan DPRD untuk segera dicairkan,” lanjut Ilham.

Sekadar informasi, tunggakan insentif Nakes yang belum terbayarkan selama 6 bulan mencapai Rp2,976 Miliar, terdiri dari 572 orang. Tenaga kesehatan tersebut diantaranya tersebar di seluruh Puskesmas, RSUD Taman Husada, dan Dinas Kesehatan Bontang.(Ads)

Related posts