Hakteknas ke-24 di Bali, Wujudkan Indonesia Kreatif dan Inovatif

  • Whatsapp

TIMUR. Merujuk Keppres Nomor 71 Tahun 1995 dan melihat urgensi teknologi untuk menopang kehidupan masyarakat, Kemenristek-Dikti memeringati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24 tahun 2019, mengambil tema Iptek Dan Inovasi Dalam Industri Kreatif 4.0 dengan sub tema Industri Kreatif 4.0 untuk Kemandirian dan Daya Saing Bangsa dengan tagline Inovasi, Bangun Bangsa.

Read More

Puncak Hakteknas ke-24 diharapkan bisa mendorong tumbuhkan budaya riset baik di kalangan dosen mapun mahasiswa bahkan masyarakat. Pada awalnya Hakteknas dihadirkan untuk menghargai keberhasilan putra-putri Indonesia dalam memanfaatkan, menguasai, dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), serta memberi dorongan untuk terus membangkitkan budaya inovasi anak bangsa.

Selain itu Hakteknas juga sebagai tonggak sejarah kebangkitan teknologi yang berawal dari penerbangan perdana pesawat terbang N-250 Gatotkaca pada 10 Agustus 1995 di Bandung. Hasil karya anak bangsa ini menjadi bukti bahwa Indonesia mampu bangkit menuju budaya teknologi.

Tahun ini Bali sengaja dipilih sebagai tempat peringatan ke-24 dalam membangun spirit inovasi dan kreativitas, dengan rangkaian kegiatan diantaranya Bakti Inovasi, Jalan Sehat, Lomba dan Kegiatan Ilmiah, Talkshow Series (TV dan Radio), Puncak Malam Apresiasi, Anugerah Inovasi, Pameran Inovasi Anak Negeri (‘Eye Catching’) dan Ritech Expo. Juga Temu Ilmiah Internasional, seminar, workshop maupun simposium yang dihadiri perwakilan negara-negara Asia, Eropa dan Afrika.

“Melalui Hakteknas, sudah saatnya hasil riset yang linked dengan industri pun pada akhirya bisa membawa manfaat bagi masyarakat,” ujar Menteri Ristekdikti Mohammad Nasir.

Meski tidak bisa dipungkiri masih ada gap tentang kemampuan difusi dan inovasi di sebagian perguruan tinggi di Tanah Air, peningkatan kemampuan dalam mengadopsi hasil-hasil inovasi menuntut adanya perubahan budaya dalam rangka peningkatan kemampuan sumber daya manusia sebagai pelaku dalam bidang iptek. Maka tema Iptek dan Inovasi dalam Industri Kreatif 4.0 yang diambil tahun ini, seakan mengukuhkan jika Indonesia telah bersiap menghadapi perubahan jaman yang begitu cepat.

Menristekdikti Mohammad Nasir (tengah) saat puncak Anugerah Inovasi dan Iptek dalam rangka Hakteknas ke-24 di Bali (Foto: Timur)

Mohamad Nasir pun menyebut Peringatan Hakteknas sengaja dilaksanakan di luar pulau Jawa, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, karena diyakini akan dapat mendorong peningkatan inovasi dan kreativitas sebagai ruh perkembangan riset dan teknologi di daerah-daerah.

“Yang biasanya dilakukan di Jakarta, sejak pemerintahan Presiden Jokowi- Wapres Jusuf Kalla tidak lagi. Hal itu dimaksudkan untuk menghidupkan semua inovasi daerah,” terang Mohamad Nasir.

Dirinya juga menekankan pentingnya perguruan tinggi mengembangkan riset dan inovasi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Riset dan inovasi di perguruan tinggi maupun lembaga penelitian juga diharap mampu menjadi motor penggerak tumbuhnya perekonomian nasional.

Saat Indonesia telah memutuskan untuk maju menjadi negara yang berdaya saing, maka modernisasi sepantasnya dilaksanakan dengan mengandalkan kompetensi sumberdaya manusia dalam pengelolaan alam melalui ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga dapat meningkatkan produktivitas menuju daya saing dan kesejahteraan secara berkelanjutan.

“Kemajuan negara kedepan dipastikan bergantung atas penguasaan dan pemanfaatan Ilmu pengetahuan dan teknologi. Hanya dengan iptek manusia dapat melakukan segala sesuatu yang sebelumnya sebatas angan-angan,” pungkasnya. (*)

Related posts