Polda Kaltim Gagalkan Peredaran 65 Kg Sabu, Pelaku Ditangkap di Poros Bontang-Samarinda

  • Whatsapp
Kapolda Kaltim Irjen Pol Muktiono memamerkan barang bukti sabu sabu 64 kilogram yang diamankan anggotanya.

TIMUR. Direktorat Reserse dan Narkoba (Ditreskoba) Polda Kaltim gagalkan peredaran narkoba jenis sabu seberat 65 kilogram, penangkapan bekerja sama dengan Intelmob Satbrimob Polda Kaltim.

Read More

“Anggota mengamankan dua orang dalam aksi tersebut, serta dua unit mobil yang digunakan untuk mengangkut sabu juga diamankan,” kata dia.

Dua pelaku masing-masing berinisial B (33) dan A (32), keduanya diamankan bersama barang bukti. Shaury menambahkan, terungkapnya kasus ini bermula adanya informasi pada Minggu (10/5/2020) malam, menyebutkan ada seseorang membawa narkoba dari Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) menuju Samarinda.

Dari informasi itu, didapati ciri-ciri pelaku dan kendaraan yang digunakan. Dan Senin (11/5) sekitar pukul 02.00 Wita, dilakukan razia di Jalan Poros Bontang-Samarinda. Razia hingga dini hari itu pun tak mengecewakan, Subdit I Ditreskoba berhasil menemukan dan mengidentifikasi dua unit mobil yang dilaporkan. Polisi yang sudah siaga langsung meminta mobil tersebut menepi.

“Tak ada perlawanan, tersangka menepi. Ketika diperiksa, ditemukan bungkusan warna cokelat di bagasi bagian belakang,” jelas Shaury.

Oleh petugas, dua unit mobil tersebut langsung diamankan. Jenis Toyota Avanza warna hitam KT 1649 FD, dan Daihatsu Ayla warna kuning KU 1096 XG. Total sabu yang diamankan petugas berjumlah 31 bungkus di mobil Ayla, dan 34 bungkus di Avanza.

Sementara Kapolda Kaltim Irjen Pol Muktiono, mengatakan para pelaku memanfaatkan situasi Covid-19 dan berpikir polisi hanya fokus membantu penanganan pandemi. Itu sebabnya pelaku mengaku nekat membawa 2 mobil penuh bungkusan sabu.

“Ini pengungkapan luar biasa. Pertama di Kaltim sebesar ini. Kita berhasil menghindarkan sabu sebanyak itu beredar. Jumlah itu tak hanya untuk diedarkan di Kaltim, tapi juga akan dibawa ke Sulawesi. Ini jaringan besar,” beber Kapolda Muktiono. (*)

Related posts