Untuk Ibukota Baru, Baran Energy Kembangkan Baterai Penyimpan Listrik PLTS

  • Whatsapp

TIMUR – Perusahaan teknologi Indonesia di bidang energi terbarukan, Baran Energy, menyambut antusias konsep forest city yang akan diterapkan di ibu kota negara yang baru di Kalimantan Timur.

Read More

Konsep tersebut menegaskan bahwa ibu kota negara yang baru adalah kota ramah lingkungan.

“Satu ciri ramah lingkungan adalah hemat energi. Kami menawarkan tidak hanya hemat energi, tapi juga energi baru dan terbarukan,” papar Victor Wirawan, pendiri Baran Energy.

Menurut Victor, saat ini Baran sedang mengembangkan pembuatan power storage system atau baterai untuk menyimpan listrik dari pembangkit tenaga surya secara lebih banyak sehingga bisa tahan lebih lama.

“Dengan demikian ketika matahari sedang tidak ada atau malam hari, rumah tidak kekurangan energi untuk tetap menjalankan perangkat rumah seperti biasa,” papar Wirawan. Untuk rumah yang yang memiliki daya 1.200 watt lebih bisa dicukupi dengan batere 8,8 kilowatt hour (KwH).

Batere solar cell biasa umumnya mampu menyimpan listrik untuk 4-5 jam. Apalagi bila hari sedang mendung atau hujan di mana batere tidak terisi energi maksimal.

Baran juga mengembangkan usia batere tersebut agar tahan pakai lebih lama 2-5 tahun dibanding usia batere solar cell saat ini.

“Kami menargetkan usia pakai batere inovasi ini sampai 10-15 tahun, agar lebih hemat,” kata Victor Wirawan, yang juga kerap dikenalkan sebagai Elon Musk-nya Indonesia, dari Elon Musk pendiri perusahaan energi Tesla di Amerika Serikat.

Selain untuk di rumah, perangkat ini juga bisa dipakai di kantor, atau di mana pun energi listrik diperlukan. Wirawan berjanji dalam perkenalan produk secara lebih rinci di Balikpapan 10 Oktober nanti akan dijelaskan yang mana saja dari batere 8,8 KwH, 126 KwH, dan 1,2 MwH yang cocok untuk keperluan di mana saja.

“Kami punya tagline With Clean Energy We Can Save Our Planet. Ini langkah nyata kami mewujudkan itu,” tegasnya.

Pemerintah mencanangkan pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke wilayah Sepaku-Samboja di Kalimantan Timur mulai 2024. Sementara ini sedang dimatangkan konsep dan perencanaan kota.

Ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo bahwa ibu kota negara yang baru ini akan ramah lingkungan, hemat energi, dan akan jadi contoh pengembangan kota-kota lain di Indonesia. (Antara)

Related posts