Walikota Neni Luncurkan Pinjaman UMKM

  • Whatsapp

TIMUR. Pemkot Bontang meluncurkan program populis. Para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kota Bontang kini bisa tersenyum. Pemkot meluncurkan program pinjaman lunak untuk mereka. Pinjaman bagi pelaku usaha kecil tersebut bisa mencapai Rp 500 juta dengan beban bunga hanya 4 persen setahun. Program dijadwalkan mulai berjalan tahun 2019 ini dengan beberapa skema.

Read More

“Sudah bisa berjalan tahun ini, tinggal koordinasi saja dengan Dinas Koperasi, Perdagangan dan UMKM (Diskopdag & UMKM),” ujar Wali Kota Bontang, Neni Moerniani.

Pemkot Bontang pun menggandeng tiga perbankan nasional yakni Bank BNI, Bank BRI dan Bank Pembangunan Kaltim-Kaltara (BPD Kaltimtara) dalam menjalankan program ini. Ketiga perbankan itu memiliki program Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk masyarakat, hanya saja warga sedikit kesulitan untuk mengakses pinjaman tersebut lantaran kelemahan administrasi.

Tetapi, Pemkot menawarkan solusi bagi pelaku usaha supaya bisa memperoleh pinjaman ini. Para pelaku usaha yang terdaftar di Diskoddag & UMKM menerima kemudahan pinjaman usaha.

“Ini kerja sama antara program pemerintah dengan perbankan. Mereka (Perbankan) menyambut baik program ini,” kata Neni.

Neni mengatakan, alasan pemerintah menggandeng perbankan karena Pemkot belum memiliki unit usaha penyalur dana bergulir. Sedangkan, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dana bergulir tidak diperkenankan untuk menyalurkan pinjaman karena tuntutan regulasi.

“Makanya kita gandeng perbankan untuk pelaksanaanya,” pungkasnya.

Dikonfirmasi, Kepala Diskopdag & UMKM, Asdar Ibrahim mengatakan program KUR melalui perbankan masih akan ditindaklanjuti. Perbankan pun sepakat dengan komitmen membantu pemerintah, hanya saja teknis pelaksanaannya akan dibahas lebih detail pekan ini.

Selain program KUR dengan perbankan, Pemkot juga telah menyiapkan program dana bergulir. Namun, program ini banyak kelemahan dibanding dengan KUR. Misalnya, pinjaman dari dana bergulir per individu hanya dibatasi sebesar Rp 5 juta, sedangkan dari program KUR individu bisa memperoleh pinjaman mencapai Rp 50 juta.

“Kita juga sejatinya punya program dana bergulir, tapi terbatas untuk pembiayaan. Makanya solusinya kita arahkan ke KUR,” ujar Asdar.

Total pelaku usaha UKM sekarang di Bontang mencapai 22.796 orang. Para pelaku usaha ini dipastikan bakal memperoleh kemudahan untuk memperoleh bantuan pinjaman lunak.

“Untuk besaran pinjaman tergantung kelayakan usaha. Para pelaku UKM ini sangat berpeluang memperoleh pinjaman melalui kerja sama Pemkot dan Bank,” ujar Asdar.

Asdar berharap, program ini bisa menyentuh para pelaku usaha kecil hingga tingkat terbawah. Selanjutnya, program ini juga sekaligus akan menjadi data base UMKM bagi Diskopdag & UMKM Bontang. (*)

Related posts