Penyetaraan Bantuan Pedagang Pasar Loktuan Berpotensi Temuan, Diskop-UKMP Cari Opsi Lain

  • Whatsapp
Kepala Diskop-UKMP Bontang Asdar Ibrahim

TIMUR. Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskop-UKMP) Bontang, menilai penyeragaman nilai bantuan Rp5 juta bagi para pedagang korban kebakaran Pasar Citra Mas Loktuan, tidak bisa terealisasi karena berpotensi menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)

Read More

Kepala Diskop UKMP Asdar Ibrahim, mengungkapkan pihaknya saat ini tengah mencari alternatif bantuan yang akan dialokasikan bagi para pedagang korban kebakaran.

Rincian bantuan masih dalam tahap koordinasi, untuk mencari alternatif kebijakan menyalurkan santunan bagi korban kebakaran.

Beberapa opsi bantuan akan ditentukan berdasarkan persentase tingkat kerugian dari musibah. Diantaranya melihat besar kerugian yang ditanggung pedagang, atau seberapa besar dampak kebakaran terhadap kios/usaha pedagang.

“Akan ditentukan apakah terbakar 100 persen, 50 persen, atau hanya 25 persen dampaknya. Masih digodok, maka rumusan indikator ini belum final. Boleh jadi ada perubahan atau penambahan indikator,” terang Asdar, saat rapat kerja dengan DPRD Bontang, Senin (15/2/2021) siang.

Hasil pembahasan tersebut nantinya akan diajukan ke bagian hukum Setda Bontang, untuk melihat dasar hukum pemberian bantuan agar tidak menjadi temuan di kemudian hari.

Sementara total pedagang yang terdampak kebakaran ada 447 orang, termasuk pedagang yang memegang surat izin pinjam petak dari pemerintah, penyewa, dan pengampar.

Bila berkaca pada hitungan Diskop-UKMP, besaran bantuan ke pedagang tak sampai Rp5 juta, namun hanya Rp3 juta. Itu pun kalau dampak kebakaran sampai 100 persen.

Akan tetapi Asdar menegaskan, lantaran payung hukum belum final, dia tak berani berspekulasi. Bisa jadi, pedagang menerima bantuan uang Rp3 juta, sementara Rp 2 juta sisanya dalam bentuk lain.

“Ini kami coba intens koordinasikan dulu dengan bagian hukum,” tandasnya.

Diketahui, Walikota Bontang Neni Moerniaeni mengusulkan para pedagang menerima bantuan secara merata sebesar Rp5 juta.

“Tadi ada usulan besaran disesuaikan klasifikasi, tapi saya maunya diratakan saja,” kata Neni. (*)

Related posts