TIMUR. Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Samarinda amankan empat calon penumpang Bandara APT Pranoto, yang diketahui memalsukan dokumen rapid test untuk syarat penerbangan.

Awalnya petugas menilai ada kejanggalan dan mencurigai keabsahan dokumen tersebut, dan langsung melakukan validasi dengan menghubungi Rumah Sakit serta Puskemas yang tertera mengeluarkan surat.

Hasilnya, surat tersebut dinyatakan sebagai dokumen palsu dan pihak RS maupun Puskesmas mengatakan tidak menerbitkan surat keterangan hasil rapid test tersebut.

“Dokumen ditemukenali tidak sesuai format hasil rapid test terbaru,” ujar Kepala Bandara APT Pranoto Samarinda, Dodi Dharma Cahyadi, melansir covid19.kaltimprov.go.id

Mengatahui hal itu, petugas Avsec (keamanan bandara) bersama Polisi KP3U Bandar Udara APT Pranoto Samarinda melakukan pemeriksaan kepada empat oknum tersebut untuk dimintai keterangan. Selanjutnya diserahkan ke Polresta Samarinda untuk diproses terkait pemalsuan dokumen.

“Kami juga langsung bersurat kepada Kementerian Perhubungan melalui Direktur Perhubungan Udara, terkait kasus pemalsuan hasil rapid test tersebut,” tambah Dodi.

Empat calon penumpang tersebut rencananya akan terbang dari bandara APT Pranoto Samarinda menuju Surabaya, pada Sabtu, 8 Agustus 2020.(*)