Ada Riwayat Penyakit Penyerta, Dua Pasien Covid-19 Meninggal Dunia

  • Whatsapp
Konferensi Pers Tim Gugus Covid-19 Bontang, Kamis (27/8/2020) sore

TIMUR. Dua hari terakhir, ada 277 kasus pasien positif Covid-19 di Bontang. Jumlah tersebut berdasarkan penambahan 42 kasus baru dari klaster perusahaan, dengan coding 234 – 274BTG, serta dua pasien non klaster dengan coding 276 – 277BTG.

Read More

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Bontang Bahauddin, pada konferensi pers virtual, Kamis (27/8/2020) sore.

Dalam dua hari ini pula ada 2 pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia dari klaster perusahaan. Diantaranya pada Rabu (26/8/2020) kemarin, dan satunya Kamis pagi tadi, yakni pasien 51BTG, jenis kelamin laki-laki usia 55 tahun.

Pasien tersebut diketahui pada 1 Agustus membantu acara kurban RT, lalu 3 Agustus olahraga indoor dengan teman kantor, salah satunya kasus 60BTG.

Pada 8 Agustus mengikuti swab massal dan hasilnya terkonfirmasi positif, besoknya dilakukan karantina di safe house hingga dilakukan swab kedua dengan hasil tetap positif. Lalu pada 16 Agustus dirawat di rumah sakit karena penyakit penyerta, yakni diabetes dan hipertensi.

“Dan tadi pagi pasien 51BTG meninggal dunia sekira pukul 08.35 Wita, dan telah dikuburkan sesuai standar Covid-19,” ujar Bahauddin.

Menurut dia, kedua kasus pasien meninggal tersebut memiliki penyakit penyerta yang sama, diabetes dan hipertensi. Untuk itu, Dinkes pun mengingatkan masyarakat dengan umur 45 tahun keatas, yang dinilai rentan terhadap potensi penyebaran Covid-19, lebih berhati-hati dan tetap menjaga kesehatan dengan baik.

Apalagi dari data yang ada, jumlah masyarakat Bontang dengan rentang usia 45 tahun keatas ada sekira 37.000 jiwa.

Dan jika memiliki riwayat penyakit penyerta, untuk bisa menjaga sekaligus meningkatkan pola perilaku hidup sehat, sehingga tidak mudah terpapar Covid-19.

“Mari kita saling mengingatkan untuk menjaga kesehatan, sehingga mata rantai Covid-19 ini bisa kita putus,” tambah Bahauddin.(*)

Related posts