TIMUR. Anggota Fraksi PAN-Hanura (An-Nur) DPRD Bontang Abdul Samad, menyayangkan penundaan insentif bagi petugas jaga di Pos Tugu Selamat Datang Bontang. Dirinya menilai pemerintah seolah acuh terhadap hak petugas di lapangan yang bekerja ekstra selama 2 bulan terakhir, hingga meninggalkan keluarga demi memastikan program pencegahan Covid-19 berjalan optimal.

Dikatakannya, alasan pemerintah yang masih mencari acuan hukum untuk pembayaran insentif tersebut tak logis, karena kurun waktu 2 bulan dirasa cukup untuk menemukan solusi terkait hal itu.

“Saya pikir sudah dibayarkan, karena anggaran untuk Covid-19 ini besar loh. Masa 2 bulan otak atik anggaran tidak ketemu,” ujar Abdul Samad kepada Klik Kaltim (Timur Grup)

Menurut dia, insentif petugas jaga pos Tugu Selamat Datang harusnya sudah disiapkan sejak jauh hari, serta masuk dalam skala prioritas pemerintah.

“Harusnya diutamakan, mereka menjaga kita dan saya lihat memang disiplin ketat,” tandasnya.

Abdul Samad juga menambahkan, Pemerintah bisa lebih maksimal dalam mencegah penyebaran Covid-19, utamanya penjagaan pintu masuk Kota Bontang yang tak hanya di pos tugu Selamat Datang, tapi juga lokasi lainnya seperti kawasan bukit Kusnodo dan Bontang Lestari. Begitu pula hak para petugas jaga di tiap lokasi tersebut, wajib diperhatikan dan dipenuhi oleh Pemerintah.(*)