TIMUR. Pemerintah Kota Bontang memastikan program bantuan perlengkapan sekolah gratis bagi pelajar kembali dilanjutkan tahun depan. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kebutuhan pendidikan sekaligus meringankan pengeluaran orang tua murid.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan keberlanjutan program tersebut telah menjadi perhatian pemerintah, mengingat bantuan yang diberikan dinilai cukup membantu keluarga dalam memenuhi kebutuhan sekolah anak.
Menurut Neni, besaran bantuan bukan menjadi satu-satunya ukuran dalam melihat manfaat program. Meski nilainya tidak terlalu besar, perlengkapan yang diberikan tetap memiliki arti bagi orang tua maupun siswa.
“Walaupun nilainya mungkin tidak besar, program ini sangat membantu orang tua murid dan juga sangat ditunggu-tunggu para murid,” kata Neni, Kamis (10/10/2026).
Ia memastikan bantuan tidak berhenti pada tahun ajaran 2026/2027. Pemerintah Kota Bontang akan kembali mengalokasikan dukungan serupa untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah pada tahun berikutnya.
“Pembagian seragam sekolah gratis sudah dibagikan ke semua sekolah dan kita juga akan tetap lanjut untuk tahun depan,” tambahnya.
Program tersebut dirancang untuk memberikan dukungan yang lebih lengkap terhadap kebutuhan dasar siswa. Bantuan yang disediakan Pemkot Bontang tidak hanya berupa seragam sekolah, tetapi juga sepatu, tas, hingga buku tulis.
Penerima manfaat program mencakup siswa pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP). Bantuan juga diberikan kepada siswa di sekolah negeri maupun swasta.
Dengan cakupan tersebut, program perlengkapan sekolah gratis menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan dasar peserta didik tetap terpenuhi tanpa sepenuhnya menjadi beban keluarga.
Pada pelaksanaan program tahun ini, Pemkot Bontang menyiapkan anggaran sekitar Rp24,27 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk pengadaan berbagai perlengkapan sekolah yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa di masing-masing jenjang pendidikan.
Untuk pengadaan seragam sekolah, misalnya, pemerintah mengalokasikan Rp7,27 miliar bagi 19.970 siswa SD. Sementara untuk 9.850 siswa SMP, anggaran yang disiapkan mencapai Rp3,73 miliar.
Dukungan juga diberikan dalam bentuk sepatu sekolah. Pengadaan sepatu untuk siswa SD mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp4,40 miliar. Sedangkan kebutuhan sepatu bagi siswa SMP dianggarkan Rp2,17 miliar.
Tidak hanya pakaian dan alas kaki, siswa juga mendapatkan tas sekolah sebagai bagian dari paket perlengkapan yang disiapkan pemerintah. Untuk siswa SD, Pemkot Bontang mengalokasikan Rp3,26 miliar, sementara pengadaan tas bagi siswa SMP sebesar Rp1,61 miliar.
Kebutuhan alat tulis turut menjadi perhatian. Pemerintah menganggarkan Rp1,20 miliar untuk pengadaan buku tulis bagi siswa SD. Adapun buku tulis untuk siswa SMP mendapatkan alokasi sebesar Rp595,92 juta.
Jika seluruh komponen tersebut digabungkan, anggaran yang disiapkan mencapai Rp24,27 miliar. Besarnya dukungan anggaran menunjukkan bahwa program tidak hanya diarahkan pada pemenuhan seragam, tetapi mencakup sejumlah kebutuhan perlengkapan yang menunjang aktivitas siswa selama mengikuti proses pembelajaran.
Bagi orang tua, bantuan tersebut dapat mengurangi sebagian pengeluaran yang biasanya muncul menjelang tahun ajaran baru. Sementara bagi siswa, kelengkapan perlengkapan sekolah diharapkan dapat mendukung kesiapan mereka mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Keputusan untuk melanjutkan program pada tahun depan juga menunjukkan bahwa Pemkot Bontang melihat bantuan perlengkapan sekolah sebagai program yang perlu dijaga kesinambungannya. Pemerintah tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan pada satu tahun ajaran, tetapi juga menyiapkan keberlanjutan dukungan bagi peserta didik.
Neni menekankan bahwa keberadaan program tersebut mendapat perhatian dari masyarakat, khususnya orang tua dan para siswa. Karena itu, pemerintah memastikan program tetap berjalan meskipun bentuk dan nilai bantuannya dapat disesuaikan dengan kemampuan serta kebijakan anggaran daerah.(*)
Follow dan Simak Berita Menarik Timur Media Lainnya di Google News >>






