TIMUR – Kerja keras tak akan membohongi hasil. Diksi itu cocok untuk menggambarkan perjalanan karir Zemmy Hasz, Camat Bontang Utara. Memulai karir dari jenjang paling rendah di tanah kelahirannya, Singkawang, Zemmy kini menuai semua jerih yang pernah dibuatnya. Karir moncernya membuatnya kini menapak tahun ke-8 memimpin kecamatan dengan jumlah penduduk terbesar di Kota Taman.

Kepada Timur, Zemmy mengisahkan perjalanan dirinya hingga ke posisi sekarang. Karir Camat terbaik di Kaltim 2018 itu dimulai dari Singkawang. Menjadi aparatur sipil negara, Zemmy pertama kali menerima penghasilan Rp80 ribu. “Saya memulai semua dari nol. Tidak ada yang instan,” katanya.

Puncak dari semua dedikasi tinggi yang dia tunjukkan dalam pekerjaannya adalah ketika Gubernur Kaltim 2013-2018 Awang Faroek Ishak memberikannya penghargaan camat terbaik 1 di malam anugerah HUT Kaltim 2018. Berbagai prestasi yang dilakukannya ketika menjabat menjadi ukuran bagi penghargaan yang diraihnya.

“Ini bukan kerja saya sendiri. Saya punya jajaran yang solid,” kata Zemmy, merendah.

Penghargaan yang diraihnya pada 2018 itu adalah kali kedua diterimanya untuk kategori sama. Tahun sebelumnya, Zemmy didaulat sebagai camat terbaik kedua. Penilaian dilakukan medio setahun sebelumnya. Salah satu yang menjadi pondasi berbagai penghargaan adalah keberhasilan Zemmy meletakkan dasar pembangunan tekhnologi. Zemmy memulai proyek pemasangan wifi corner di semua fasilitas publik di Kelurahan Lok Tuan. Kelurahan dengan populasi terpadat itu menjadi pilot project pekerjaan besar yang dirintisnya.

Pemasangan fasilitasi wifi kemudian diintegrasikan dengan kebijakan informasi publik yang dia lakukan di semua kelurahan. Artinya, dengan teknologi yang dia sematkan, orang dengan bebabs mengakses semua informasi yang ada di kecamatannya. Mulai dari kegiatan, hingga berbagai progress pembangunan yang sedang dia lakukan.

“Saya memulai semuanya dari keterbukaan,” katanya lagi. Beres dengan peningkatan teknologi, Zemmy juga merambah pada hal paling krusial di kecamatan; pelayanan. Bersama jajarannya, Zemmy memangkas semua urusan administrasi yang bertele-tele. Dia memudahkan semua urusan administrasi.

“Ini pondasi yang paling penting. Peningkatan pelayanan publik. Sekarang semua urusan lebih mudah,” ucapnya.

Terakhir, Zemmy menyulap beberapa kawasan di Bontang Utara menjadi ikon wisata. Salah satu yang paling berhasil adalah taman mangrove di Perumahan Bukit Sekatup Damai (BSD). Zemmy menjadi kawasan mati di dalam kota itu menjadi tempat paling nikmat untuk dikunjungi di Bontang. Meski menjadi pemilik ide dalam berbagai inovasi di Bontang, namun Zemmy tak mau jemawa. Dia mengangap prestasi ini adalah motivasi untuk lebih baik lagi membangun Bontang, khususnya kecamatan yang dia pimpin.

“Saya tak henti bersyukur. Walaupun camat bukan cita-cita utama saya, namun menjalankan amanat yang diberikan adalah kenikmatan tersendiri. Tapi, ini adalah pencapaian yang cukup membanggakan bagi saya,” katanya lagi. (*)