Komisi III DPRD Bontang Minta Sisi Masjid Terapung Dipasang Pancang

  • Whatsapp
Komisi III DPRD Bontang melakukan kunjungan kerja di lokasi pembangunan Masjid Terapung, Kelurahan Lok Tuan, Kamis (2/9/2021) pagi.

TIMUR. Komisi III DPRD Bontang menyarankan sekeliling masjid terapung di Kampung Selambai, Lok Tuan dipasangi tiang penahan ombak. Tiang tersebut dapat mencegah bangunan dari benturan ataupun ombak.

Read More

Seperti yang dikatakan Anggota Komisi III DPRD Bontang, Faisal saat kunjungan kerja, dirinya meminta dinas terkait memasang semacam tiang pancang sebagai langkah antisipasi.

“Saya minta ke depan dianggarkan untuk buat pagar penahan ombak,” kata Faisal, melansir Klik Kaltim (Timur Grup), Kamis (2/9/2021).

Kata dia, berkaca pada kejadian lalu. Di mana ketika angin kencang menghempaskan kapal-kapal kecil ke warung di area Pujasera Selambai.

Terlebih ketika ada kapal besar menyeruduk sisi Masjid Terapung, bisa saja terjadi hal yang tak diinginkan. Kondisi cuaca di laut memang tak bisa diprediksi.

Dikhwatirkan juga keadaan masyarakat, semisal ketika mereka sedang beribadah ada kapal menabrak masjid.

“Bisa saja ambruk, mohon teman-teman dinas pekerjaan umum segera memikirkan. Jadi ketika ada terjadi sesuatu ada keamanannya,” jelasnya.

Hal itu juga disampaikan Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina mengatakan tiang pancang di sekeliling Masjid Terapung memang perlu dibangun.

Itu salah satu langkah proyeksi ketika terjadi sesuatu musibah yang tidak diharapkan.

“Penahan angin itu harus dianggarkan sesuai dengan perencanaan ke depan,” ujarnya.

Sebab jangankan masjid kata Amir, Jembatan Mahakam Samarinda saja goyang saat ditabrak oleh kapal ketika ada angin kencang.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Kota (PUPRK) Bontang, Tavip Nugroho menuturkan nantinya pemasangan tiang penahan dilakukan sekaligus anggaran parkir lanscape.

“Itu memang harus segera,” ungkapnya.

Kata Tavip, rencananya tiang penahan akan dibuat model kaki tiga tiang pancang seperti jenis tripod dan itu dinilai stabil sebagai penahan angin.

“Jadi saat ditubruk itu ya kapalnya yang terpental,” jelasnya.(*)

Related posts