Lewat Bontang, Pekerja Rig Ataka Diadang Warga

  • Whatsapp

TIMUR. Puluhan warga mencegat para pekerja dari PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur di Pelabuhan Lok Tuan. Sebanyak 27 pekerja dan 2 pendamping yang berasal dari Balikpapan tersebut memasuki Bontang Rabu (8/4) sekitar Pukul 12.00 Wita dan berencana menuju Rig Blok Atakka melalui pelabuhan

Read More

Ketika hendak memasuki pelabuhan Lok Tuan, mereka dicegat oleh sekelompok warga yang berjumlah sekitar 20 orang di pagar pelabuhan. Warga tersebut menghadang karena khawatir para pekerja yang berasal dari Balikpapan tersebut berpotensi menularkan virus corona kepada warga yang ada di sekitar pelabuhan.

Ketegangan sempat terjadi diantara kedua belah pihak, hingga akhirnya Polres Bontang dan Wali Kota Bontang datang ke Lokasi dan melakukan negosiasi ke warga. Setelah melakukan negosiasi sekitar 3 jam, para pekerja tersebut akhirnya melanjutkan perjalanan menuju Rig Atakka.

Salah satu warga Basri Rawang yang ikut dalam kejadian tersebut menuturkan, aksi yang dilakukan warga tersebut sebagai upaya untuk menjaga kota Bontang dari virus corona.

“Pemerintah dan masyarakat kan sepakat untuk bekerjasama dalam mencegah penyebaran virus corona, tindakan kami itu salah satu upaya,” ujar Basri.

Lebih lanjut dia menjelaskan, selama 3 minggu terakhir warga sekitar pelabuhan membatasi akses masuk ke Pelabuhan Lok Tuan. Namun pernah ada kejadian salah satu perusahaan yang menurunkan pekerjanya tanpa menunjukkan dokumen lengkap dari dinas terkait.

“Selama 3 minggu ini kami jaga ketat warga dari kapal perusahaan yang ingin turun ke sekitar pelabuhan, kami sediakan jasa agar mereka bisa pesan kebutuhan pokok. Kecuali ada urusan mendesak,” ujar Basri.

Sama halnya dengan 27 orang dari Balikpapan tersebut, saat para warga meminta dokumen yang bersangkutan, pihak perusahaan tidak bisa menunjukkan dokumen yang dimaksud dan hanya mengakui telah melakukan prosedur yang ditetapkan pemerintah.

“Mereka kan dari Balikpapan, salah satu daerah yang parah. Kami hanya ingin menjaga Kota Bontang dari virus corona ini,” ujarnya

Untuk meredam ketegangan di kedua belah pihak, salah satu perwakilan PT. Pertamina Hulu Kalimantan Timur Ruli Lando menjelaskan pekerja tersebut sebelumnya telah dikarantina sebelum memasuki Bontang.

Dia menuturkan para pekerja tersebut bekerja di Rig yang berlokasi di laut sebelumnya memiliki jadwal kerja selama 14 hari. Namun, karena wabah virus corona, para pekerja tersebut menambah waktu di lapangan menjadi jadwal kerja 21 hari.

“Kami sudah karantina, mereka berada di laut selama 21 hari, saya kira itu sudah cukup,” ujar Ruli

Lebih lanjut dia menjelaskan, pihaknya telah mengantongi surat pemerikasaan dari Dinas Kesehatan Balikpapan dengan nomor 431/KT1213/2020-S8.

Dari surat penugasan tersebut dinyatakan pekerja yang berstatus Personil Pengamanan Pasokan Migas yang berangkat ke Bontang dalam keadaan sehat.

“Para pekerja sudah dinyatakan sehat dari Tim Kesehatan Perusahaan yang berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Balikpapan dan suratnya sudah diserahkan ke Dinas Kesehatan Bontang,” pungkasnya

Ditambahkan, Wali Kota Bontang Neni Moernieni menjelaskan kedatangan para pekerja tersebut sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku di Bontang.

“Sesuai dengan prosedur, kita periksa dan koordinasikan dengan pihak terkait. Sebetulnya tidak ada masalah,” ujar Neni setelah mendatangi warga di Pelabuhan Lok Tuan, Rabu (08/04/2020) siang.

Lebih lanjut, Neni mengucapkan terima kasih kepada warga tersebut karena bernisiatif menjaga daerahnya. Namun dia menghimbau untuk mendukung kegiatan tersebut karena merupakan bagian dari kedaulatan energi dan mempunyai dampak positif di Bontang.

“Mereka kan tidak singgah, langsung naik kapal menuju tempat kerjanya di Laut. Masyarakat juga harus mendukung ini, demi kebaikan kota Bontang,” pungkasnya

Senada, Kapolres Bontang AKBP Boyke Karel Wattimena yang datang menenangkan kejadian tersebut mengucapkan terima kasih kepada warga karena kesadaran menjaga daerahnya.

Namun, dia menghimbau kepada warga juga harus mendukung kegiatan yang mengarah pada kedaulatan energi seperti yang dilakukan perusahaan tersebut.

“Saya ucapkan terima kasih ke warga yang menjaga daerahnya. Tapi karena ini sudah mendapatkan ijin dari pemerintah pusat, kita mesti mendukung karena merupakan bagian dari kedaulatan ekonomi,” pungkasnya. (saf)

Related posts