Pemkot Bontang Warning Kontraktor Proyek Jembatan Selambai

  • Whatsapp
Komisi III DPRD Bontang meninjau lokasi proyek pembangunan jembatan di Selambai/Asriani - Klik Bontang.

TIMUR. Kontraktor PT Mauriefic Putra Gemilang, pelaksana proyek jembatan senilai Rp 13,6 miliar di Selambai menerima surat peringatan dari pemerintah.

Read More

Melansir Klikkaltim.com (Timur Grup), Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) melayangkan surat peringatan pertama ke kontraktor lantaran progres lamban.

Memasuki bulan kedua, pekerjaan proyek baru mencapai 8 persen. Seharusnya saat ini kontraktor sudah memenuhi 19 persen pekerjaannya.

Plt Kepala Dinas Perkimtan Zulkifli mengatakan, kontraktor beralasan pekerjaan terlambat karena pasokan kayu ulin terbatas.

“Sebenarnya sebelum sidak DPRD Bontang kemarin, kontraktor pengawas telah melaporkan jika pengerjaan terlambat karena pasokan kayu belum datang karena faktor cuaca,” kata Zulkifli saat dikonfirmasi awak media melalui telpon seluler, Jumat (3/9/2021).

Alasan bahan baku, kata Zulkifli, seharusnya bukan kendala bagi kontraktor. Sebab, sebelum mengikuti lelang setiap peserta harus mencantumkan surat dukungan ketersediaan bahan baku (ulin).

Surat dukungan itu dikeluarkan mitra pemasok bahan yang menyatakan stok kayu terjamin.

“Harusnya, pihak pemenang tender segera mencari alternatif pasokan kayu ke tempat lain, jadi tidak hanya bertumpu pada satu pengiriman,” sambungnya.

Proyek yang dibiayai dari APBN ini akan menggunakan 900 kubik balok ulin dengan masa kerja selama 135 hari.

Hingga sekarang, balon ulin yang didatangkan baru 115 kubik. Bahkan, konsultan pengawas melaporkan, pasokan ulin yang didatangkan sering tak sesuai spesifikasi.

“Banyak yang di reject karena balok ulin yang datang tidak berukuran 10×10, jadi konsultan pengawas tidak bisa menerimanya,” sambungnya.

Lebih lanjut, Zulkifli mengaku, dalam waktu dekat segera memanggil kontraktor pelaksana untuk menindaklanjuti progres pengerjaan.

“Minggu depan kita panggil, mereview kembali rencana kerja mereka,” tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, salah satu mitra pemasok kayu untuk proyek ini, Cupang mengaku, jika jenis kayu ulin ukuran 10×10 ketersediaannya sangat terbatas.

“Saya belum ada ngirim pasokan kayunya, karena memang belum datang, sudah di pesan dari 2 minggu lalu padahal,” tuturnya.

Cupang menuturkan, pasokan balok ulin itu terhambat lantaran cuaca. “Ini hanya kendala cuaca, bahkan jika misalnya cuaca panas dan jalanan kering pasokan ulin bisa dengan cepat datang,” pungkasnya.(*)

Related posts