Pokja PJOK Upgrade Kemampuan Guru Olahraga

  • Whatsapp
UPGRADE: Kepala Disdikbud Bontang Akhmad Suharto berfoto berama guru olahraga di sela rapat kelompok kerja (Pokja) PJOK

TIMUR – Kepala Dinas Pendidikan & Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Akhmad Suharto terus mendukung adanya rapat kelompok kerja (Pokja) bagi Guru Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan (PJOK) SD se-Kecamatan Bontang Utara untuk membahas berbagai hal tentang mata pelajaran yang erat kaitannya dengan kemampuan prestasi bidang olah raga itu.

“Kita terus support kegiatan ini dan semoga bisa terus berjalan. Disdik Bontang terus mendukung peran para Guru PJOK dan menerima aspirasi serta keluh kesah mereka,” ujarnya saat menghadiri Rapat Pokja Guru PJOK di Gedung Aula Autis Centre, Jalan Tennis eks Reformasi, Kelurahan Api-api, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kamis 25 Oktober 2018.

Suharto menuturkan, pada proses sertifikasi ada sekian persen anggaran yang dapat digunakan untuk peningkatan kompetensi para guru. Disdik Bontang mengimbau tiap sekolah negeri maupun swasta dapat meningkatkan kualitas pendidikan dengan menambah kapasitas kemampuan para tenaga pengajar sebagai garda terdepan mencetak generasi bangsa yang mampu berprestasi diberbagai bidang khususnya mata pelajaran PJOK.

Generasi muda merupakan tolok ukur keberhasilan sistem pendidikan. Jika tumbuh kembang mereka diperhatikan dan didampingi oleh tenaga pengajar yang berkualitas, berbagai prestasi pasti mudah diraih.

Lanjut dia, Guru berperan penting mengembangkan kemampuan yang dimiliki siswanya. Sehingga, sosok yang paling berjasa pada dunia pendidikan itu perlu dukungan tak hanya dari pemerintah namun juga dari berbagai pihak.

Sementara itu, Ketua Pokja PJOK tingkat SD se-Bontang, Tri Ayuningsih Pujiastuti berharap kegiatan ini dapat difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Bontang walaupun masih terkendala pada pembiayaannya. Melalui kegiatan yang rutin digelar sejak 2017 lalu ini, mereka juga berharap dapat menunjang karir guru untuk kenaikan golongan.

“Tujuan kegiatan ini untuk merumuskan hal-hal terkait peningkatan profesi. Agar lebih profesional melakukan pengajaran di bidang PJOK dan mampu mencetak siswa atau atlet berprestasi,” ucapnya.

Diakuinya, guna mencetak para siswa menjadi atlet yang berkualitas kendala yang kerap dihadapi ialah pembiayaan. Wajar saja, tak sedikit dari Guru PJOK bukan berstatus sebagai PNS bahkan beberapa belum mendapatkan sertifikasi. Sehingga, dana tidak sepenuhnya dapat terakomodir oleh Dinas terkait dan sebagai alternatif saat ini hanya melalui kemandirian saja.

“Kami sangat membutuhkan dukungan dan bantuan peningkatan kapasitas tenaga guru dari Pemerintah. Karena memang sangat terhambat pada pembiayaan,” ujarnya.

Faktor lain, kurangnya pelatihan yang berhubungan dengan profesi sebagai guru PJOK pun jarang diberikan. Beberapa tahun belakang, tenaga pengajar bidang kemampuan yang mengandalkan kemampuan fisik ini nyaris tak tersentuh diklat fungsional peningkatan kapasitas.(*)

Related posts