Proyek Jalan Bontang Lestari Diprotes Warga karena Datangkan Pekerja Dari Jawa

Ilustrasi Perbaikan Jalan Bontang Lestari

TIMUR. Warga Kelurahan Bontang Lestari memprotes kontraktor proyek perbaikan jalan di Bontang Lestari tak menyerap tenaga kerja setempat.

Read More

Warga RT 11 Bontang Lestari Risman mengatakan, saat ini sedang berjalan proyek peningkatan jalan di Urip Sumoharjo sudah berjalan. Ia mengaku, warga lokal tidak dilibatkan dalam pengerjaan. Baik dalam hal perakitan besi, pengerjaan cutting jalan, dan jenis pekerjaan lainnya.

Bahkan, perusahaan itu bernama PT Senoni Karya Utama asal Kota Samarinda. Mereka yang berkontrak itu bahkan membangunkan mes pekerja dari luar daerah. Makanya, masyarakat merasa tidak diberdayakan.

“Kami cuman minta diberdayakan. Masa bawa pekerja dari kuar. Perusahaan membangun mes didekat Perumahan Korpri,” tutur Risman kepada Klik Kaltim (Timur Media Grup), Minggu (21/5/2023).

Lebih lanjut, beberapa waktu beberapa warga bahkan mendatangi lokasi mes yang dibangun. Kemudian, kepada penanggung jawab kontraktor pekerja dan akhirnya ada satu orang bekerja sebagai penjaga malam.

Diharapkan juga, pasca ada kedatangan warga Pemkot Bontang bisa mendesak perusahaan berkontrak agar memberdayakan masyarakat lokal.

“Itu pun kemarin dalam keadaan mendesak. Kami mengancam untuk mengusir seluruh pekerja dari luar daerah,” sambungnya.

Diketahui, pada 2023 ini terdapat dua proyek peningkatan jalan di Bontang Lestari. Pertama Jalan Soekarno-Hatta dengan proyek senilai Rp 7,7 miliar.

Kedua Jalan Urip Sumoharjo dengan melalui E-Katalog anggaran Rp 28,5 miliar dan mendapat alokasi melalui Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Kaltim.

Dikonfirmasi terpisah Pelaksana Lapangan PT Senoni Karya Utama Dani menuturkan, memang mengakui ada membawa pekerja dari Pulau Jawa sebanyak 10 orang.

Namun, dirinya mengklaim beberapa waktu lalu sudah berkomunikasi dengan pengurus RT setempat. Hasilnya, terdapat ada 5 orang yang dipekerjakan.

Hanya saja untuk saat ini memang belum ada banyak pekerjaan yang dilakukan. Semua masih persiapan dan memang akan memberdayakan pekerja.

“Kami bawa memang dari Jawa cuma 10 orang. Kita butuh untuk pengerjaan awal. Dan sudah ada 5 pekerja lokal. Total 15 pekerja saat ini. Nanti masih ada 10 lagi kita prioritaskan lokal,” terang Dani.(*)

Follow dan Simak Berita Menarik Timur Media Lainnya di Google News >>

Related posts