Ribut-ribut di Rapat Proyek Citimall, DPRD Beri Waktu Perusahaan Koordinasi dengan Disnaker

  • Whatsapp
Suasana rapat proyek pembangunan Bontang Citimall di Kantor DPRD Bontang (Foto: TIMUR)

TIMUR. Pembahasan tenaga kerja luar yang didatangkan PT Brantas Abipraya-subkontraktor pembangunan Bontang Citimall, sempat memanas, antara Komisi I DPRD Bontang dengan Dinas Ketenagaakerjaan.

Read More

Anggota Komisi I Bakhtiar Wakkang, bersitegang dengan Kepala Bidang Produktivitas dan Penempatan Tenaga Kerja, Usman ditengah rapat. Saat itu, Usman mengaku kecewa dengan PT Brantas Abipraya yang mendatangkan pekerja dari luar secara diam-diam.

Disebutkan Usman, awalnya pihaknya menerima laporan hanya ada 3-4 orang pekerja luar daerah. Namun kenyataannya, PT Brantas Abipraya mendatangkan 21 orang.

Dirinya meminta agar PT Brantas Abipraya terlebih dulu berkoordinasi dengan pihaknya, sebelum mendatangkan pekerja dari luar ke Bontang, sehingga bisa dikalkulasi kebutuhan tenaga kerja untuk pembangunan Citimall, dan antara pekerja luar dengan lokal Bontang pun bisa seimbang.

“Jadi coba koordinasikan dulu, biar kita bisa kalkulasikan (totalnya) berapa dari luar, berapa lokal. Ini malah kita tidak tahu, dan tiba-tiba ada 21 pekerja luar,” ujar Usman

“Saya kan sudah bilang catat kebutuhan (naker) berapa, nanti saya kalkulasi berapa lokal berapa luar. Nanti juga kalau perlu aku ‘bohongi’ DPRD. Ini artinya saking maunya saya aman. Tapi kalau begini, bagaimana aku bisa ‘bohongi’ DPRD. Apa mau kubilangi,” lanjut Usman berseloroh, diselingi tawa sejumlah peserta rapat. 

Merasa tersinggung, Bakhtiar Wakkang pun menegur redaksional Usman. Ia meminta agar Kabid Produktivitas Disnaker ini lebih menghargai forum.

“Tolong dijaga etikanya, suaranya jangan keras-keras, ini forum. Hargai lembaga ini dan perhatikan etikanya,” kata Bakhtiar menyela penyataan Usman.

Pimpinan rapat, Raking, pun menengahi. Ia meminta keduanya menahan diri dan menskor rapat 5 menit. Usai skorsing, rapat kerja kembali dilanjutkan. Keduanya pun mulai bijak menyampaikan pernyataan.

“Mohon maaf pak Usman saudaraku. Ini juga masih suasana Idul Fitri,” ujar Baktiar, diamini Usman melalui anggukan kepala.

Hasil rapat pun menyimpulkan Komisi I DPRD Bontang meminta PT Brantas Abipraya segera memperbaiki koordinasi dengan Disnaker Bontang. Komisi I memberi tenggat waktu 1 minggu untuk perusahaan mengevaluasi kebijakan mereka.

“Kalau 1 minggu tidak diindahkan maka kami akan rapat internal untuk meminta aktivitas Bontang Citimall dihentikan sementara. Dan kami akan review aturan-aturan yang dilanggar,” tutur Bakhtiar.

Menangapi itu, Site Manager PT Brantas Abipraya, Ibrahim, memastikan pihaknya segera berkoordinasi dengan Dinas Ketenagaakerjaan Bontang.

“Mohon arahannya pak,” ucap Ibrahim. (*)

Related posts