Sesalkan Penutupan Kembali Beras Basah, Pelaku Usaha Penyeberangan Minta Solusi

  • Whatsapp
Ketua Asosiasi Kapal Penyeberangan Wisata Beras Basah, Abdul Ganing mengeluhkan nasib mereka selama Beras Basah ditutup.

TIMUR. Kebijakan pemerintah kembali menutup Beras Basah disayangkan para pemilik kapal, yang menggantungkan hidup dari aktivitas wisata di pulau tersebut.

Read More

Hal itu dikarenakan penutupan Beras Basah dinilai memutus rantai pendapatan pelaku usaha jasa transportasi penyeberangan. Padahal, usaha jasa ini menjadi satu-satunya tempat bergantung, setidaknya bagi 30 Kepala Keluarga (KK) yang aktif.

Ketua Asosiasi Kapal Penyeberangan Wisata Beras Basah, Abdul Ganing, menuturkan total anggota yang tergabung di asosiasinya ada 48 orang. Kebanyakan kapal milik anggotanya telah dimodifikasi untuk memberi kenyamanan penumpang.

“Kalau kapal kita rata-rata sudah dirubah semua, nggak cocok lagi untuk tangkap ikan,” kata Abdul Ganing, Kamis (20/8/2020).

Menurut dia, penutupan sepihak Beras Basah oleh pemerintah sangat disesalkan, sebab kebijakan tersebut tidak mempertimbangkan nasib mereka. Seharusnya pemerintah juga mencari solusi alternatif untuk menghidupi kepala keluarga yang dipastikan menggangur jika Beras Basah ditutup.

“Jangan main tutup, seperti apa nasib kita ini,” tambah Abdul Ganing.(*)

Related posts