Catat Jadwalnya, Ini Pelayaran Kapal dari Pelabuhan Loktuan Selama Juli 2026

Ilustrasi aktivitas di Pelabuhan Loktuan Bontang

TIMUR. Pelabuhan Loktuan Bontang kembali melayani sejumlah keberangkatan kapal penumpang sepanjang Juli 2026. Layanan tersebut mencakup pelayaran kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) maupun operator swasta dengan berbagai tujuan, mulai dari Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Surabaya.

Manajer Operasional PT Laut Bontang Bersinar (LBB), Jack, mengatakan selama Juli 2026 terdapat enam jadwal keberangkatan kapal Pelni yang akan melayani penumpang dari dan menuju Pelabuhan Loktuan.

Read More

Keberangkatan pertama dijadwalkan pada Minggu (5/7/2026) menggunakan KM Egon dengan rute Bontang–Parepare. Selanjutnya, KM Binaiya akan berlayar pada Selasa (7/7/2026) dengan tujuan Parepare.

Pada Rabu (8/7/2026), KM Egon kembali melayani pelayaran dengan rute Parepare–Batulicin–Surabaya. Sehari berikutnya, Kamis (9/7/2026), KM Binaiya dijadwalkan berangkat melalui rute Awerange–Makassar–Labuan Bajo–Bima–Benoa.

Selanjutnya, KM Egon kembali melayani pelayaran dari Bontang menuju Parepare pada Rabu (15/7/2026). Adapun keberangkatan terakhir kapal Pelni selama periode tersebut dijadwalkan pada Sabtu (18/7/2026) dengan rute Parepare–Batulicin–Surabaya menggunakan KM Egon.

Selain layanan kapal Pelni, masyarakat juga dapat memanfaatkan KM Cattleya yang melayani pelayaran dari Bontang menuju Parepare sebanyak dua kali setiap hari Jumat sepanjang Juli 2026.

Jack mengimbau calon penumpang untuk memperhatikan jadwal keberangkatan dan membeli tiket hanya melalui loket maupun kanal resmi guna menghindari praktik penipuan.

“Silakan mencatat jadwal keberangkatan dan membeli tiket di loket resmi,” ujarnya.

Ia menambahkan, PT Laut Bontang Bersinar bersama instansi terkait juga akan memperketat pengawasan terhadap aktivitas penumpang di Pelabuhan Loktuan, baik pada saat keberangkatan maupun kedatangan.

Pengawasan tersebut mencakup pemeriksaan barang bawaan penumpang sebagai langkah antisipasi terhadap upaya penyelundupan barang-barang ilegal melalui jalur laut.

“Kami memperkuat pengawasan terhadap seluruh aktivitas penumpang dan barang bawaan,” pungkasnya. (*)

 

Follow dan Simak Berita Menarik Timur Media Lainnya di Google News >>

Related posts