Delapan Calon Penumpang di Pelabuhan Loktuan Kedapatan Bawa Hasil Antigen Palsu

  • Whatsapp
Kapal KM Binaiya bersandar di Pelabuhan Lok Tuan dan mulai beroperasi kembali untuk pelayaran umum pada 26 Maret 2021 (Dok. Klik Kaltim)

TIMUR. Delapan calon penumpang KM Binaiya di Pelabuhan Loktuan Bontang Utara, kedapatan menggunakan surat rapid antigen palsu. Para penumpang tersebut berasal dari Sangatta Kabupaten Kutai Timur.

Read More

Kasi Angkutan Umum Dishub Bontang Welly Sakius, mengatakan keterangan antigen palsu itu ketahuan saat petugas melakukan pemeriksaan surat hasil rapid, sebagai salah satu persyaratan wajib yang harus dikantongi calon penumpang.

Ternyata milik delapan calon penumpang itu memiliki kejanggalan. Sebab, saat scan barcode hasil antigen menunjukkan lokasi di Balikpapan, sementara para calon penumpang itu mengaku tes di Sangatta.

“Jadi berdasarkan scan barcode Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) diketahui suratnya palsu,” ujar Welly Sakius, Senin (26/7/2021) malam.

Kasus ini pun langsung ditangani Dishub Bontang dan Polsek Bontang Utara. Seluruhnya dimintai keterangan, dan barang bukti surat rapid antigen dengan hasil negatif turut disita.

Dilanjutkan Welly, pengakuan calon penumpang, mereka tidak tahu menahu soal keabsahan surat. Mereka mengaku awalnya ikut vaksinasi di sebuah klinik di Sangatta, lalu ditawari rapid antigen sekaligus dengan biaya mencapau Rp 530 ribu.

Padahal, Direktorat Jenderal Pelayanan Masyarakat menetapkan batasan biaya rapid test tertinggi Rp 250 ribu untuk Pulau Jawa dan Rp 275 ribu untuk di luar Pulau Jawa. “Sepertinya mereka kena tipu oknum di klinik itu,” lanjut Welly.

Delapan orang itu diketahui calon penumpang KM Binaiya dengan tujuan Bima, Nusa Tenggara Barat. Kapal berangkat Senin (26/7/2021) malam pukul 21.00, membawa 313 penumpang.

Delapan calon penumpang yang tak disebutkan identitasnya itu akhirnya tetap dibolehkan ikut pelayaran, setelah rapid antigen ulang di Pelabuhan Loktuan dengan hasil negatif. (*)

Related posts