Opsi Pergantian Mitra Pembangunan Kilang Bontang Menguat

  • Whatsapp

TIMUR. Opsi pergantian mitra dalam pembangunan kilang (Grass Root Refinery) Bontang masih dibahas oleh PT Pertamina (Persero). Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengakui adanya opsi penggantian mitra dalam pembangunan kilang Bontang. Dia mengatakan pihaknya masih mencari opsi kemitraan lain, mengingat ada beberapa hal yang menghalanginya opsi sebelumnya.

Read More

Nicke menyatakan pekerjaan awal masih tetap dilakukan sembari Pertamina melakukan pemilihan ulang mitra.

“Tetap kami jalankan pembebasan lahan dan penetapan lokasi. Seperti Kilang Cilacap, early works kan tetap jalan,” katanya dikutip dari bisnis.com, di gedung Kementerian BUMN, Kamis (12/12/2019).

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melempar sinyal pengembangan proyek kilang Bontang akan melibatkan investor dari Uni Emirat Arab.

Sebenarnya, Pertamina telah bekerja sama dengan perusahaan migas asal Oman, yakni Overseas Oil and Gas (OOG) LLc. Kerja sama ini nantinya menggunakan pendanaan pembangunan kilang yang ditanggung sepenuhnya oleh OOG, sementara Pertamina memperoleh golden share 10% sekaligus sebagai offtaker beberapa produk.

“[Mitra di Kilang Bontang] sangat bisa berubah. Kan sudah berapa tahun ini? Jadi, nanti investor dari Abu Dhabi masuk,” ujarnya.

Sebelumya, perkembangan terakhir dari OOG ialah mengadakan kick-off meeting bankable feasibility study (BFS) dengan konsultan Técnicas Reunidas untuk proyek Grass Root Refinery (GRR) Bontang pada 15-17 Juli 2019 di Kantor Pusat TR, Madrid, Spanyol.

Kick-off meeting dibuka oleh TR dan dihadiri oleh petinggi dari Overseas Oil & Gas (OOG) Khalfan Al Riyami sebagai Chairman OOG, Syekh Hamyar dan Jayakrishnan Nampoothiri sebagai Board of Director, Hwal Won Tsur sebagai Head of Technical, serta Ronny Rianto sebagai President OOG Far East.

Pertamina sebagai partner OOG mendapatkan undangan yang diwakili oleh Iwan Priyono (Lead of RU Development), Achmad Syafi`udin (Engineer GRR Bontang), dan Hanafi Basri (Advisor GRR Bontang).

Pada acara tersebut, dibahas tentang pelaksanaan BFS yang memakan waktu hingga 5 bulan dimulai setelah pihak OOG melengkapi data-data yang diperlukan. (*)

Related posts