Penataan Selambai Tinggal Menunggu DED

  • Whatsapp

TIMUR. Tim Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) Kementerian Perumahan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengunjungi kampung Selambai, Kelurahan Lok Tuan, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Senin, 1 April 2019 malam lalu.

Read More

Kunjungan ini dilakukan guna meninjau persiapan pembangunan sejumlah infrastruktur di kampung pesisir berpenduduk padat itu. Total anggaran dikucurkan untuk menata kampung Selambai sebesar Rp 20 miliar. Dana itu berasal dari loan World Bank dengan skema multiyears.

Tim Satuan Kerja IBM, Dedi Jubaidi menjelaskan, progres pembangunan bisa dimulai pada 2019. Namun saat ini, lelang belum bisa dimulai. Mengingat saat ini masih dalam tahap finalisasi terkait dokumen Detail Engineering Design (DED) oleh Pemkot Bontang.

“Nanti proses lelang akan dilaksanakan oleh balai prasarana permukiman Provinsi Kaltim. Tapi estimasi kita, pembangunan makan waktu 8-10 bulan,” terangnya.

Kepala Seksi Perumahan dan Kawan Permukiman Kota Bontang, Rina Nurhayati menuturkan hal senada. Kata dia, selain dari load World Bank. Penataan Selambai pun bakal menggunan dana tambahan dari perencanaan anggaran pendapatan daerah (APBD) tahun 2018.

Dana itu bakal dianggarkan untuk pembangunan jalan beton sepanjang 400 meter, pembangunan ruang terbuka, 3 titik tambatan kapal, landmark kawasan, serta 2 Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal. IPAL itu diperuntukkan untuk menampung limbah 250 kepala keluarga (KK).

Guna segera merealisasikan pembangunan ini. Pemkot Bontang terus membangun komunikasi bersama Pemerintah Pusat di KemenPUPR. Untuk menyesuaikan design serta teknis dari Pemkot.

“Bila seluruh desain serta persyaratan teknis disetujui pemerintah pusat. Proses lelany bisa segera dilaksanakan. Jadi, semoga semua tida ada kendala,” beber dia.

Terpisah, Camat Bontang Utara Zemmy Hasz mengatakan bahwa Selambai memang memiliki potensi yang laik jual. Sebagai salah satu kawasan pemukiman atas air di Bontang, Selambai punya banyak kelebihan. Saat ini, kata Zemmy, Selambai menjadi salah satu pusat Pelabuhan dan penampungan ikan di Bontang. Itu karena wilayahnya yang berada persis di pesisir. Nantinya, dengan skema pembangunan yang terencana dan matang, pusat perekonomian warga di sekitarnya juga akan ikut terdampak.

“Terima kasih untuk Wali Kota dan semua pihak yang terlibat dalam rencana pembangunan ini. Warga Selambai tentu akan sangat terbantu. Ini akan menjadi awal bagi mereka untuk memperbaiki ekonomi. Juga tak menutup kemungkinan bagi warga di daerah lain,” ucap Zemmy. (*)

Related posts