Segera Running, Mobil PCR Pemkot Bontang Mampu Uji 192 Sampel Sehari

  • Whatsapp
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni bersama Kadinkes Bahauddin, saat meninjau mobil laboratorium PCR

TIMUR. Mobil layanan kesehatan Polymerase Chain Reaction (PCR) seharga Rp3 Milyar yang dipesan Pemkot Bontang, akhirnya tiba pada Senin (12/12/20) sekira pukul 18.00 Wita.

Read More

Project Manager PCR mobile dari holding BUMN Farmasi Fera Amelia, mengatakan mobil PCR tersebut dilengkapi dengan dua alat, diantaranya Mesin PCR dan Mesin Ekstraksi. Kecanggihan ambulans PCR itu, selain mudah di pindahkan sesuai kebutuhan lokasi pemeriksaan, juga hasil swab test bisa keluar lebih cepat.

Hanya membutuhkan waktu sekitar 2 sampai 3 jam dengan kapasitas sampel mampu melayani 48 uji sampel swab sekali running.

“Tergantung dinkes mau running berapa kali sehari. Kalau Sekali running butuh waktu 2-3 jam itu kapasitas 48 sampel uji. Kalau sehari dinkes mau running 4 kali berarti bisa sampai 192 sampel uji,” terang Fera, Selasa (29/12/20).

Sedangkan untuk mesin ekstraksi juga dilengkapi dengan ekstra kit dan reagen PCR kit. Proses ekstraksi sendiri hanya membutuhkan waktu sekitar 18 sampai 20 menit saja.

“Proses ekstraksi juga cepat hanya 18-20 menit saja. Kebanyakan mesin ekstraksi yang manual bisa 6-8 jam. Biasanya 1 kit reagen PCR dan 1 kit reagen ekstraksi untuk 50 test sampel” ujarnya.

Menurut Fera, mesin ekstraksi berfungsi sebagai ekstraksi RNA dalam sampel sebelum dilakukan pembacaan PCR.

“Jadi prosesnya itu dimulai dari, Swab – sampel – preparasi sampel ekstraksi – masuk mesin ekstraksi (18-20menit)- preparasi sampel PCR atau master mix – pembacaan PCR (1,5 jam) dan terakhir Intrepretasi data,” jelas Fera.

Ditambahkannya, mobil tersebut tidak hanya digunakan untuk uji sampel swab Covid-19 saja, tapi juga bisa untuk kepentingan penelitian dan riset lainnya.(*)

Related posts