TIMUR. Kasus hilangnya ratusan balok kayu ulin pada konstruksi jembatan di RT 11, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan, masih belum menemukan titik terang.
Hingga tiga minggu sejak laporan dibuat, pihak kepolisian belum berhasil mengidentifikasi maupun menangkap pelaku pencurian yang diduga membongkar bagian penyangga jembatan tersebut secara bertahap.
Peristiwa ini sebelumnya sempat menghebohkan warga setelah beredar video yang menunjukkan kondisi jembatan dalam keadaan kehilangan sejumlah kayu penahan.
Dugaan pencurian semakin kuat setelah dilakukan pengecekan lapangan oleh pihak kelurahan bersama pemerintah daerah, yang memastikan bahwa hilangnya material bukan disebabkan oleh kegagalan konstruksi, melainkan tindakan pihak tidak bertanggung jawab.
Kapolres Bontang AKBP Widho Anriano melalui Kasat Reskrim Iptu Putu Ari Sanjaya Putra menyampaikan bahwa proses penyelidikan masih terus berjalan. Namun, minimnya saksi di lokasi kejadian menjadi kendala utama dalam mengungkap pelaku.
“Kami masih dalam tahap penyelidikan, mas. Kesulitannya karena CCTV di sekitar lokasi sangat minim, bahkan tidak ada yang merekam secara jelas aksi pencurian tersebut,” ujar Iptu Putu melalui Kanit Tipidum Ipda Markus Sihotang.
Menurutnya, penyidik telah melakukan langkah awal dengan meminta keterangan warga sekitar serta mengumpulkan potensi barang bukti tambahan, termasuk penelusuran rekaman kamera pengawas di area yang lebih luas. Polisi juga memperluas penyelidikan dengan menyasar kemungkinan distribusi atau penjualan kayu hasil curian di sejumlah titik.
“Kami juga akan menelusuri ke tempat-tempat penjualan kayu. Namun saat ini informasi yang terbatas cukup menyulitkan proses pencarian pelaku,” tambahnya.
Pihak kepolisian menegaskan akan terus mengembangkan penyelidikan dan segera menyampaikan perkembangan apabila ditemukan petunjuk baru terkait kasus tersebut.
Sebelumnya, hilangnya kayu siku atau penyangga pada jembatan sepanjang 36 meter di wilayah tersebut telah dilaporkan oleh Kelurahan Tanjung Laut Indah ke Polsek Bontang Selatan. Laporan itu diajukan setelah dilakukan penelusuran bersama pemerintah kota dan pihak terkait, menyusul kekhawatiran warga terhadap kondisi jembatan yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Lurah Tanjung Laut Indah, Elis Biantoro, menjelaskan bahwa hasil pengecekan di lapangan memastikan sejumlah kayu penyangga jembatan memang hilang. Ia menegaskan, peristiwa tersebut berdampak langsung pada rasa aman masyarakat yang setiap hari melintasi jembatan itu.
“Setelah kami lakukan pengecekan, memang kayu penyangga itu hilang. Kami sudah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian dan berharap pelakunya bisa segera tertangkap,” ujarnya.
Dari hasil koordinasi sebelumnya, diketahui bahwa proyek jembatan tersebut merupakan pekerjaan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Kontraktor pelaksana telah menunjukkan dokumentasi pemasangan kayu siku sebagai bagian dari struktur konstruksi. Selain itu, hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga menyatakan pekerjaan telah sesuai spesifikasi yang ditetapkan.
Hingga kini, warga masih menanti kepastian pengungkapan kasus tersebut, sembari berharap aparat kepolisian dapat segera mengamankan pelaku agar tidak terjadi kejadian serupa di kemudian hari.(*)
Follow dan Simak Berita Menarik Timur Media Lainnya di Google News >>






