Rencana Pembatasan Jam Malam, Pelaku Usaha: Aktivitas Siang Malah Lebih Padat

  • Whatsapp
Ilustrasi cafe di Bontang (Foto: kelilingbontang.wordpress.com)

TIMUR. Rencana pemberlakuan pembatasan aktivitas masyarakat pada malam hari oleh Pemkot Bontang dalam menekan Covid-19, ditanggapi sejumlah pemilik usaha yang mempertanyakan efektifitas aturan tersebut saat diterapkan.

Read More

Mereka menilai aktivitas masyarakat di siang hari justru lebih padat dibanding malam. Apalagi pembatasan aktivitas juga dipastikan berdampak terhadap ekonomi dan usaha masyarakat yang berjualan pada malam hari.

“Kenapa harus ada pembatasan jam malam, kegiatan yang ramai kan justru siang?,” ujar Yasin, salah satu pemilik cafe di Bontang.

Menurut dia, pemerintah seharusnya lebih konsen terhadap penanganan klaster Covid-19 terbanyak di Bontang, seperti klaster perusahaan, HOP dan lainnya. Utamanya pengawasan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus di seluruh kawasan tersebut.

“Kita tahu kan klaster yang banyak pasien positif itu dimana, harusnya (pemerintah) bisa lebih fokus kesitu. Bukan membatasi usaha masyarakat untuk mencari nafkah,” tandasnya.

Hal senada juga diungkapkan Aji, pemilik cafe di Jalan Bhayangkara ini mengaku serba salah dengan aturan yang diberlakukan Pemerintah. Di satu sisi, pihaknya telah menerapkan protokol kesehatan bagi pengunjung selama jam buka, namun di sisi lain juga mendukung upaya menekan penyebaran Covid-19 di masyarakat.

“Kami ini serba salah sebetulnya. Kalau ditanya penjualan jelas khawatir rugi, padahal kami sudah terapkan protokol kesehatan, kalau tidak pakai masker dan jaga jarak ya tidak dilayani,” kata Aji.

Dirinya mengaku harus putar otak mengatur strategi baru, jika pembatasan aktivitas jam malam diberlakukan. Salah satunya memajukan jam buka, yang semula sore menjadi lebih siang.

“Mau nggak mau begitu, karena kami juga ada karyawan yang harus digaji,” ucap Aji.

Menanggapi itu, Sekretaris Kota Bontang Aji Erlynawati, mengatakan kebijakan ini tak lain untuk kebaikan bersama. Berbagai pertimbangan juga telah dipikirkan seluruh tim. Apalagi Pemerintah kerap menerima laporan masih banyak warga yang suka bergerombol tanpa penerapan protokol kesehatan.

“Waktu pasti penerapan teknis hingga sanksinya masih dalam tahap pembahasan. Yang jelas, segera diterapkan dalam waktu dekat, bila memungkinkan pekan ini,” tutur Aji Erlynawati.

“Pemkot akan mengedarkan surat pemberitahuan ke khalayak, pengusaha restoran dan kedai terkait jam malam ini,” pungkasnya.(*)

Related posts