TIMUR. Sepekan program Belanja Tiap Hari (Betah) di Pasar belum menunjukkan imbas positif bagi pedagang di Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin). Bahkan dari awal program ini diluncurkan, belum berpengaruh banyak ke pedagang Tamrin.

“Tidak ada perubahannya, malah makin kurang,” kata Sukma, salah satu pedagang sembako, Selasa (29/9/2020).

Pedagang menyakini, akses di pasar menjadi duduk masalah Pasar Tamrin sepi pembeli. Pengunjung acap kali mengeluh harus naik turun tangga. Apalagi jika harus membeli dengan jumlah banyak.

Program Betah di Pasar, menurut sebagian pedagang belum efektif mengundang para pembeli berbelanja. Pun sedari awal program ini diluncurkan, dampak penjualan pedagang tak meningkat.

“Hari ini cuma Rp 70 ribu, dan hanya tiga orang yang datang,” jelas Saharuddin kepada wartawan.

Di hari peluncuran lalu, Andi Lilis mengaku, pendapatannya tak alami perubahan drastis. Padahal ia telah menyiapkan porsi dagangan lebih banyak ketimbang hari-hari sebelumnya. Lilis berharap program Betah akan menarik pembeli lebih banyak. Namun, faktanya tak sesuai ekpektasinya.

“Berharap pegawai pada datang, malah tidak ada padahal sudah menyiapkan porsi yang lebih,” terangnya.

Selama menghuni bangunan baru, pedagang mengaku omzet menurun. Di bangunan pasar sementara kemarin, Sopiah-pedagang sayur bisa meraup omzet sehari sekitar Rp 500 ribu.

“Kalau sekarang ramainya hanya Rp 100 ribu saja,” keluh Sopiah.

Hal senada disuarakan, Arjun-pedagang ikan di lantai 1 Pasar Tamrin. Sebelumnya, dari berjualan ikan omzetnya bisa mencapai Rp 2 juta sehari. Tetapi, sejak menghuni lapak baru pendapatannya menurun drastis.

Menurutnya, imbas dari program Betah belum terlalu dirasakan bagi pedagang Pasar Tamrin. Katanya, pembeli lebih memilih berbelanja di luar pasar karena akses lebih mudah.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala UPT Pasar, Haedar mengatakan, Program Betah di Pasar diharapkan mampu menarik minat pembeli berbelanja ke pasar. Tetapi, apabila tidak sesuai dengan ekspektasi akan dilakukan evaluasi lanjutan.

Menurut Haedar, alasan program ini belum terlalu terasa lantaran baru berjalan sehari. Apalagi saat ini sedang dipenghujung bulan. Pegawai biasanya menerima gaji mereka setelah memasuki awal bulan.

“Karena baru sehari jadi belum berpengaruh, dan ini juga tanggal tua,” jelas Kepala UPT Pasar, Haedar saat ditemui di kantornya.

Namun begitu Haedar tetap optimistis program ini baru bisa berjalan efektif ketika sudah 30 hari. (*)