Terima Penghargaan Kemenko Maritim, Pupuk Kaltim Perusahaan Pertama Terapkan Green Port di Indonesia

  • Whatsapp

TIMUR. Komitmen pengelolaan pelabuhan Perusahaan yang berwawasan lingkungan berdasarkan aspek Green Port Guideline dan Rating Tool, mengantarkan Pupuk Kaltim meraih penghargaan Green Port Award 2019, dan menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang mendapat predikat tersebut dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI. Penghargaan diterima Direktur Utama Pupuk Kaltim Bakir Pasaman, dari Asisten Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI di Ruang Pirus Hotel Grand Equator. Rabu, 27 Februari 2019.

Read More

Diungkapkan Bakir, pengelolaan dan pengoperasian Terminal Khusus (Tersus) Pupuk Kaltim berdasarkan keputusan Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, yang mengatur lokasi serta posisi pelabuhan beroperasi. Sejak awal 2018, Pupuk Kaltim telah menerapkan konsep pelabuhan ramah lingkungan sesuai persyaratan Green Port Guideline dan Rating Tool. “Guna mendukung konsep pelabuhan ramah lingkungan, Pupuk Kaltim secara konsisten menerapkan berbagai aspek Green Port di setiap aktivitas Tersus Perusahaan hingga saat ini,” ujar Bakir.

Penerapan Green Port bagi Pupuk Kaltim dinilai Bakir sangat penting, karena berkaitan dengan aktivitas ekspor Perusahaan, dengan salah satu poin yang mewajibkan pelabuhan perusahaan memiliki standar Green Port dan diakui secara internasional. Apalagi hal ini telah diterapkan mayoritas negara di dunia, dengan berbagai langkah konkrit pengelolaan pelabuhan berwawasan lingkungan.

Khusus di Pupuk Kaltim, berbagai langkah pengelolaan pelabuhan berwawasan lingkungan telah dilaksanakan secara kontinyu, serta melalui asesmen untuk mengukur tingkat pencapaian implementasi Green Port di seluruh area Tersus Pupuk Kaltim, diantaranya pemakaian alat berat Crane menggunakan tenaga listrik, mengganti lampu penerangan konvensional dengan LED, melakukan uji emisi kendaraan operasional pelabuhan, serta memiliki tanaman hidup di lingkungan kerja.

Selain itu juga menggunakan cat ramah lingkungan, mengoptimalkan pencahayaan alami dan membuat pencahayaan buatan untuk menjaga kesehatan mata serta produktivitas dalam penerapan Green Building, menghindari penggunaan bahan perusak ozon dan mengganti penggunaan energi fosil dengan energi listrik (shore power) sebagai implementasi Shore Power Connection di Tersus Pupuk Kaltim. “Tersus Pupuk Kaltim juga memiliki Port Reception Facilities untuk pengelolaan limbah sampah dari kapal, serta pohon pelindung tanaman yang dapat mereduksi kebisingan, dengan kualitas udara ambient yang sesuai baku mutu,” terang Bakir.

Direktur Utama Pupuk Kaltim Bakir Pasaman, terima ucapan selamat dari Walikota Bontang Neni Moerniaeni (Foto: Humas Pupuk Kaltim)

Prev1 of 2

Related posts