Libatkan Mahasiswa, Prostitusi Online di Kota Tepian Terungkap

  • Whatsapp
Anggota Satreskrim Polrestabes Kota Samarinda mengambil keterangan dari YD, mahasiswi asal Bontang yang diduga menjadi mucikari bisnis prostitusi online. (ist)

TIMUR – Kasus bisnis prostitusi online diungkap Satreskrim Polrestabes Kota Samarinda. Tiga pelaku ditangkap, salah satunya seorang mahasiswi asal Bontang.

Read More

Kasatreskrim Polrestabes Samarinda Kompol Sudarsono menyebut, tiga pelaku yang diamankan diantaranya YD (28) sebagai mucikari, RD (23) dan GA (23). Keduanya sebagai pelaku prostitusi. Ketiganya ditangkap pada sebuah penggrebekan Jumat pagi (11/1/2019) di dua Hotel berbeda.

YD berasal dari Bontang dan berstatus sebagai mahasiswi di salah satu perguruan tinggi Kota Samarinda. Sedangkan RD dan GA, warga di Kota Tepian, dan hubungan ketiganya teman tongkrongan.

Dari pengakuan tersangka, tarif bisnis prostitusi online cukup tinggi. Sekira Rp1 juta sekali melakukan hubungan intim. Sedangkan, mucikari mendapat jatah Rp100 ribu untuk sekali transaksi, atau ditraktir makan. Dan juga menikmati hiburan malam, bila tidak mendapatkan jatah uang.

“Awalnya kami menerima laporan masyarakat, kemudian kami mengatur siasat untuk bisa berhubungan dengan YD yang diduga mucikari, karena dia (YD) tidak bisa berhubungan dengan sembarang orang,” papar Sudarsono.

Dari hasil komunikasi itu, Polisi meyakinkan bahwa teman dan bosnya membutuhkan wanita penghibur untuk bisa melayani dalam hotel. Kemudian YD memberi isyarat akan mengirimkan anak buahnya.

“Dalam operasi ini kami menyewa dua Hotel yakni di Grand Victoria dan juga The Hotel, untuk menjebak para pelaku bisnis prostitusi online ini,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan YD, Dia telah menjalankan operasinya sejak 2017 lalu. Beda dengan pengakuan RD, pernah dijual YD tahun 2016.

“Kami masih melakukan penyidikan lebih lanjut dengan keterangan para pelaku dan sejumlah saksi akan mengembangkan kasus ini untuk mengungkap binis prostitusi lainnya yang mungkin masih ada di kota Samarinda,” pungkas Sudarsono. (*)

Related posts