Saat Pupuk Kaltim dan Badak LNG Beda Pandangan Soal Tenaga Kerja Lokal

  • Whatsapp

TIMUR. Dua korporasi raksasa yang beroperasi di Bontang, PT Badak LNG dan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) memiliki pandangan yang saling bertabrakan melihat kualitas sumber daya manusia (SDM) Bontang.

Read More

Dalam sudut pandang Pupuk Kaltim. Sejatinya SDM Bontang miliki kemampuan lebih. Hanya saja, kemampuan itu tak terekspos. Lantaran banyak pekerja lokal tak diberi ruang ataupun kesempatan menunjukkan kapasitas.

Namun bila diberi kesempatan, maka bakal terlihat bahwa kapasitas mereka tak mengecewakan. Bahkan dapat dikatakan, diatas rata-rata.

“Kasat mata memang enggak kelihatan (kapasitas). Tapi kalau pekerja lokal diberi kesempatan, kemudian di-push. Kinerja mereka luar biasa,” beber Sekretaris Tim Rekruitmen Pupuk Kaltim, Nendra ariyanto kepada wartawan, Senin (17/6/2019) siang.

Nendra Ariyanto menjelaskan. Bukti pekerja Bontang miliki kapasitas lebih ditunjukkan dengan banyaknya “Putra-putri Bontang” langganan penghargaan karyawan terbaik di Pupuk Kaltim.

“Penghargaan karyawan terbaik kami kebanyakan jatuh sama karyawan asli Bontang, ” ungkapnya.

“Banyak pekerja kami juga lulusan SMK Negeri 1. Dan kinerja mereka bagus sekali, ” tambahnya.

Sementara itu, pandangan berbeda justru ditunjukkan Badak LNG. Dalam rapat bersama DPRD. Perwakilan Badak meminta Pemkot Bontang meningkatkan kualitas pendidikan di Bontang. Lantaran bila dikomparasi dengan lulusan luar Bontang, mereka kala itu mengambil contoh lulusan Pulau Jawa, maka kualitanya timpang. Jawa lebih baik, Bontang, sayangnya tidak demikian.

Selain itu, manajemen Badak menilai SDM Bontang masih kurang mampu bersaing. Kembali, yang menjadi komparasi adalah tenaga kerja luar (Jawa).

Melalhi Senior Manager HRD Badak, Tito Yushadi. Kepada wartawan ia tak secara eksplisit katakan SDM Bontang kapasitasnya kurang. Hanya saja, pihaknya tidak akan pernah mengorbankan passing grade yang telah ditetapkan. Sebab itu telah menjadi Standard Operating Procedure (SOP) perusahaan. Itu tak bisa ditawar-tawar lagi.

“Intinya kami punya passing grade. Kalau itu enggak bisa dilampaui. Kami tidak bisa memaksa (menerima tenaga kerja), ” ujar Tito.

Imbuh Tito, bila Badak LNG memaksakan menerima pekerja tak sesuai persyaratan yang perusahaan tetapkan. Dikhawatirkan itu bakal membahayakan perusahaan.

“Kami punya standar requirement (persyaratan) tinggi. Teman-teman (merujuk pada wartawan) juga tahu, safety kami tinggi. Kami bekerja menggunakan teknologi tinggi. Makanya kami butuh SDM kualitas tinggi, ” urai Tito kepada wartawan usai raker.

Disinggung soal proporsi tenaga kerja Bontang di perusahaan yang memproduksi gas alam cair itu. Tito tak bisa menjawab. Karena meski ia Senior Manager HRD, yang tugas pokoknya bersinggungan dengan rekruitmen pekerja, ia tak tahu jelas angkanya.

“Aduh kalau persentasenya saya kurang tahu. Tapi banyak kok, ” kata Tito.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Bontang, Agus Haris mengaku bingung dengan perbedaan Pupuk Kaltim dan Badak soal tenaga kerja lokal. “Bingung juga kita. PKT (Pupuk Kaltim) bilang diatas rata-rata. Badak malah bilang SDM Bontang kurang mampu bersaing, ” ujarnya.

Agus Haris kemudian menyarankan agar kedepan, bila memungkinkan, sekolah di Bontang miliki muatan lokal yang khusus membahas soal kawasan industri.

“Nanti kami (DPRD) sampaikan dulu sama pemerintah, ” pungkasnya.

Prev1 of 2

Related posts