Tiga Lokasi Berpotensi Klaster Baru Covid-19, Dinkes Bontang Imbau Masyarakat Waspada

  • Whatsapp
Kepala Dinas Kesehatan Bontang Bahauddin

TIMUR. Antisipasi penyebaran Covid-19 di masa kenormalan baru, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap sejumlah titik, yang dinilai berpotensi menjadi klaster baru.

Read More

Pertama adalah kantor atau lokasi tempat bekerja. Setidaknya ada 3 hal yang harus dicermati masyarakat untuk tetap produktif di kantor, yakni tetap jaga jarak dengan pengaturan kepadatan orang dalam ruangan, penggunaan masker sebagai pengaman kontak dengan orang lain dan pengaturan sirkulasi udara.

Penggunaan pendingin udara (AC) sebaiknya tidak dilakukan terus menerus, dan hanya digunakan pada jam tertentu, serta diupayakan setiap hari udara diganti dengan udara segar.

Selanjutnya adalah rumah makan/restoran, dimana penularan di lokasi tersebut dipengaruhi oleh kepentingan dan waktu yang bersamaan. Sebab pada jam-jam tertentu, bisa terjadi penumpukan pembeli sehingga praktik jaga jarak sulit dilakukan.

“Ketiga adalah sarana transportasi massal, risikonya sama dengan rumah makan/restoran seperti dalam menjaga jarak aman dan penggunaan masker selama di kendaraan,” ujar Kepala Dinkes Bontang Bahauddin, melalui keterangan pers, Minggu (28/6/2020) sore.

Tiga hal itu pun jadi perhatian khusus Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bontang, yang secara berkala terus melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan di tempat keramaian. Selain juga rapid tes massal untuk mengetahui persebaran kasus Covid-19 di masyarakat agar tidak terjadi transmisi lokal.

” Rapid tes massal dilakukan dalam rangka screening dan tidak dipungut biaya. Diharap masyarakat dapat bekerjasama dengan petugas dalam pelaksanaannya. Bila ditemukan reaktif akan dilakukan tatalaksana lebih lanjut,” tambah Bahauddin.

Sejauh ini, penambahan orang dalam status monitoring ada 51 orang, dengan total 1.543 orang yang tersebar di seluruh wilayah Bontang. Ditambah 1 Orang Tanpa Gejala (OTG) hasil rapid tes reaktif dari screening massa, dan yang bersangkutan telah menjalani isolasi mandiri. (*)

Related posts