Gadis 16 Tahun Itu, Justru Jajakan Perempuan Dewasa

  • Whatsapp

TIMUR – FEBRUARI 2018, publik Kota Tepian dikejutkan dengan pengungkapan kasus prostitusi online dibawah umur. Celakanya, sang mucikari yang mengelola urusan syahwat tersebut justru dilakukan oleh gadis remaja berumur 16 tahun. EA –inisial mucikari itu–menjalankan bisnis haram ini hanya dengan modal account di salah satu social media.

Read More

Aktivitas gadis remaja yang tinggal di Jalan Slamet Riyadi, Sei Kunjang, Samarinda, ini akhirnya terendus patroli cyber Satreskrim Polresta Samarinda. Dalam menjalankan bisnis prostitusi online, pelanggan yang hendak menggunakan jasa layanan plus-plus dapat langsung melakukan tawar-menawar melalui chat ke akun milik EA tersebut.

Kendati demikian, EA tidak menjajakan dirinya. Ia justru menawarkan jasa pekerja seks komersil kepada teman-temanya yang rata-rata sudah dewasa. EA tak menapik tidak sedikit pula teman-temannya yang masih dibawah umur, ditawarkan juga ke pria hidung belang.

EA berperan sebagai perantara dan yang membuat kesepakatan dengan calon pelanggan. Setelah kedua belah pihak sepakat, EA akan membawa temannya ke hotel yang sudah ditentukan. Umumnya, EA mematok tarif short time Rp 800 ribu keatas. EA sendiri EA pada Senin (5/2) di salah satu hotel di Samarinda. pelaku diamankan di lobi hotel, usai mengantar temannya ke kamar. Sementara itu teman EA, yang bertugas melayani pria hidung belang, diamankan di dalam kamar.

Setahun sebelumya, tepat April 2017, 2 PSK berusia remaja, MK (17) dan JU (22), terciduk di indekos sekitar Jalan KH Imam Bonjol, Samarinda. Yang mencengangkan, MK dan JU memiliki tarif ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Yakni Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. Sepak terjang mereka di bisnis esek-esek itu juga diketahui sudah berlangsung setahun terakhir.

Baca Juga: Jejaring Prostitusi Daring

Polisi mengendus jual diri kedua gadis belia itu melalui akun Twitter, berdasarkan informasi yang mereka terima dari masyarakat. Kecurigaan menguat, setelah melihat unggahan mereka di masing-masing akun Twitter pribadi mereka.

Penelusuran Majalah Timur di akun Twitter MK dan JU, lokasi kencan keduanya merupakan kawasan hotel yang berada di tengah kota. Besaran tarif yang dipatok keduanya pun tergantung dari negosiasi saat memulai tawar-menawar dari akun Twitter. Itu artinya, kencan di hotel disesuaikan dengan tarif yang mereka tetapkan setelah tawar-menawar. Bahkan, ada beberapa nama hotel yang mereka tulis di akun Twitter.

Mereka juga tak segan mengunggah foto nama hotel. Dari keterangan yang terungkap, polisi terlebih dulu menangkap MK, sekira pukul 01.00 Wita dini hari. Berikutnya, petugas kembali mengamankan JU, masih di kawasan yang sama, indekos di Jalan KH Imam Bonjol.

Prev1 of 3

Related posts